Skip to content

Minggu Ceria: GAPKI Suarakan Sawit Indonesia Ramah Anak

Rangkaian kegiatan dalam rangka Hari Dunia Menentang Pekerja Anak (HDMPA) yang jatuh tanggal 12 Juni 2023 masih terus berlanjut. Setelah acara Fun Walk di CFD Jakarta pada 11 Juni 2023, PAACLA Indonesia (Patnership for Action Against Child Labour in Agriculture) bersama mitranya  mengadakan Minggu Ceria pada hari Minggu 18 Juni 2023 bertempat di Taman Ecopark Tebet. Kegiatan ini dihadiri sekirat 200 orang peserta dari berbagai mitra PAACLA.

Kegiatan ini dikoordinatori oleh JARAK  (Jaringan LSM untuk Penanggulangan Pekerja Anak). Hadir Yuli Adiratna, Direktur Binariksa dan K3 Kemnaker, Sumarjono Saragih, Ketua Bidang Pengembangan SDM GAPKI, Ai Maryati Solihah Ketua KPAI, Andy Akbar Seknas PAACLA, Maria Clara Bastiani Direktur JARAK, perwakilan BAPPENAS, Kemen PPPA, dan mitra – mitra PAACLA lainnya.

Kegiatan Minggu Ceria diisi dengan “speak up” dari beberapa instansi, pertunjukan musik dan tari-tarian, teatrikal anak dengan tema “Keadilan Untuk Anak”, Musikalisasi Puisi, Musik Angklung dan  pernyataan sikap dari perwakilan anak sebagaimana tema peringatan HDMPA tahun 2023.

Tema global peringatan HDMPA tahun 2023 ini yakni Keadilan Sosial Bagi Semua, Akhiri Pekerja Anak. Pada tahun ini pemerintah Indonesia berkomitmen menyatupadukan arah dan aksi penanggulangan anak melalui agenda perumusan Peta Jalan Indonesia Bebas Pekerja Anak yang diharapkan dapat mampu merespon isu pekerja anak dan mewujudkan keadilan sosial bagi semua anak.

Isu anak di industri kelapa sawit tidak hanya terkait dengan pekerja anak, tapi industri kelapa sawit secara langsung maupun tidak langsung bersentuhan dengan isu anak yang lebih luas. Relasi anak dengan industri kelapa tetapi terhubung dalam banyak hal, mulai dari yang terdekat relasi dengan anak dari karyawan perkebunan sampai ke tingkat keluarga petani, rantai pasok dan anak-anak secara luas. Banyak perusahaan perkebunan kelapa sawit telah memiliki kebijakan untuk mencegah pekerja anak, melindungi anak dari bahaya di perkebunan, dan menyediakan fasilitas pendidikan, kesehatan, pengasuhan, sarana olah raga, dan fasilitas bermain.

Sumarjono Saragih dalam orasinya menyatakan komitmen dan dukungan dari GAPKI dalam upaya menentang dan menghapuskan pekerja anak. GAPKI mendorong anggota  serta pelaku industri sawit di Indonesia untuk melaksanakan tata kelola industry kelapa sawit yang bertanggungjawab dan berkelanjutan, yang melindungi, menghormati dan mendukung pemenuhan hak-hak anak.

Kampanye “Sawit Ramah Anak” melalui berbagai program kegiatan terus dilakukan. Salah satunya yakni GAPKI mengeluarkan Panduan Praktis dan Praktik Baik, Sawit Indonesia Ramah Anak”. Panduan praktis yang  dilengkapi dengan berbagai praktik baik yang telah dikembangkan oleh perusahaan sawit dalam memberikan perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak dan  diharapkan akan memudahkan pelaku industri kelapa sawit untuk melaksanakan komitmen perusahaan dalam menerapkan praktik bisnis yang ramah anak.

Hari Dunia Menentang Pekerja Anak, GAPKI Promosikan Sawit Indonesia Ramah Anak / Eko Tamba

Post View : 299
EnglishIndonesia